Minggu, 03 Februari 2013

Puisi Bajingan

-Dari Bajingan Untuk Sang Malaikat
Merasakan kepahitan rindu yg kuat dihati..
Tak bisakah kau lihat hatiku ini..
Yang kau siksa hingga berdarah
Semua ini karna rasaku akan hadirnya dirimu..
Penantian tanpa akhir..
Kau beri ku harapan..
Dan terus membuatku menunguu..
Sedang tertawakah kau disana..
Melihatku yang begitu bodoh menunggumu..
Dan memikirkanmu
Ingin rasanya melupakan semua rasa ini..
Tapi pikiran selalu tidak sejalan dengan hati..
Harapan kosong yang kau berikan..
Akan selalu kupeluk erat..
Menunggumu
Sampai akhir...

 Pernahkah kau tau?
Ditengah malam yg larut dan gelap
bayangmu selalu mengganggu khayalku
kubacakan mantra pengusir rasa
tapi rasa dan harapan itu selalu muncul
secercah harapanku akan kehadiran sosokmu


Bagaimana caraku mengucapkan sayang kepadamu
dikala mata kita tidak saling bertatapan
dan disaat bersamamu mulutku tak dapat berucap

"sekarang aku bagai mengemis kasih sayang.
tapi engkau bagai rasa yg susah menghilang.
mungkin bayang itu masih mengikutiku.
sayang sekali, padahal aku tak ingin begitu."

Bagaimana caraku mengucapkan kata cinta
disaat kata cinta yg sama tak ada padamu
kini semua seolah sudah sirna
rasa yg kupendam tak punya tempat bermakna dihatimu 

Disaat kau disana untuk dia
Aku tak terbiasa
Aku hanya meminta padamu sebuah rasa
Rasa balasan atas diriku

Seperti iblis yang mengganggu pagimu
menggangu dengan ucapan "pagi" dari hembusan prosa ku
seperti rasa ini yg tak pernah kau syukuri
Rasa yg ku punya mungkin seperti dosa yg kau rasakan


-
disaat malam kelabu
aku sendiri terdiam membisu
melihat foto dirimu
yang terpampang diponsel ku

teringat akan suaramu yang merdu
terbayang akan wajahmu yang ayu

Kuingin melihatmu
menatap matamu
memelukmu
dan menyayangimu

tapi itu hanyalah khayalan
yang tak akan mungkin menjadi kenyataan

Aku yang putus asa
Aku yang tidak berdaya
Akulah pecundang cinta
-

0 komentar:

Posting Komentar

Post Your Comment

Cari Artikel Saya